Pijat

Hellow people, it’s been a while since I blogged last time ya. Waaah, waktu cepat sekali berlalu tidak berasa ya. Akhir2 ini aku sibuk wara wiri jadinya belum sempat update blog.
Kebetulan kemarin dapat voucher u/ pijat,  so today I’m going to share with you fellow reader soal pengalamanku pijet di tempat pijat yang lumayan “mewah”.
sanctumSanctum

Wuih begitu masuk, udara sejuk langsung menyambut. Udara di dalam memang sangat segar. Suasananya juga sangat nyaman (pic kanan).  Terasa dech tempat pijat kelas atas.
Setelah mengganti alas kaki dengan sandal empuk yang disediakan dan menaruh barang2 yang kuncinya kita amankan sendiri, kita langsung digiring oleh si Mba u/ menuju ruang massage.
Ruang massage sangat nyaman, tempatnya bersih dan juga tenang.
Ruang massage merupakan 1 ruangan besar remang2 yang dibatasi oleh tirai2 putih tipis, kita bisa menerawang lihat tetangga yang juga sedang pijat. hihihi…😛
Setelah sampai diruang pijat saya dipersilahkan u/ si Mba duduk di tempat duduk berupa sofa yang empuk. Udara sejuk sofa empuk, waah tempat tidur yang uasyik nich hatiku menjetrit.
Kenyamanan pun berlanjut. Sampai…
si Mba : Maaf mba, bukan duduk tapi tengkurep.
(aku langsung mbatin, lah di sofa gini, ga ada bolongan kepalanya kaya tempat tidur pijet yang biasa, aduh kepala bisa pegel nich, kalau tengkurep nafasnya gimana? tapi, ya udahlah yach ikut aja daripada ribut2)
Sesi pijit pun dimulai, skill si Mba pun lumayan.
badanku sudah mulai mundur maju nyari posisi yang enak karena leher mulai pegal dan kepala mulai pusing.
Me : Aduh Mba leher saya ga enak nich (sambil betuling posisi).
Si Mba : (no komen!!!!!) sesi pijat tetap terus berlangsung.
Setelah lama gelitak gelituk kaya belut akhirnya saya mulai agak nyaman dengan posisi saya sampai terdengar suara Om2 yang ngobrol sama si Mba yang mijit si Om gede banget suaranya, yang membuyarkan suasana relax saya.
si Om : pulangnya naik apa Mba, Busway?
si Mba punya Om : enggak pak, naik Kopaja (dengan suara perlahan sambil masang sikap ga mau diajak ngobrol, kayaknya yach soalnya kan ga kelihatan)
Si Om lagi : wah cape donk Mba, jauh ga rumahnya ?
Si Mba punya Om : engga juga pak, sudah biasa kali yach.
DAN pembicaraan berlanjut bla…. bla…. bla… super berisik and annoying.
Akhirnya ada suatu masa si Om cape juga nanya dan akhirnya mulai tertidur. But, My suffering not offer yet.
Wntah Om seblah mana punya atau Om rese yang ngobrol tadi, buang angin dari mulut lalu pantat.
Ohhh…. engga banget. Gue kesini bayar mahal buat relax bukan buat diginiin.
Luckily, Tak terasa 40 menit berlalu dan sesi pijatkupun selesai, aku run crazily kabur dari ruangan terkontaminasi oleh gas2 beracun tersebut.
Aku ambil paket shoulder and back massage Rp 110.000,-. for as short as 40 mins + experienced suasana yang super annoying kaya Om2 diatas.
Gimana harganya?
Kalau lihat pengalaman diatas, I still preffer tempat pijit langgananku.
Lessons learned :
1. Ga akan lagi mau dipijit kalau pijit tengkurep tapi tempat pijitnya ga ada bolongan kepalanya. Yang ada leher dan pundakku tambah pegel dan pusing juga hadir pas pulang.
2. Ga akan mau dipijet bareng2 di 1 ruangan hall gede bareng sama orang ga dikenal. Males banget dipijet sambil dengerin orang ngobrol berisik + denger suara dengkuran dan kentut. super engga baget.
—Blog end—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: